KONTRIBUSI PENGASUHAN ORANGTUA DAN SELF ESTEEM TERHADAP PERILAKU BULLYING
TUGAS MERESUME JURNAL
MATA KULIAH DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
Dosen Pengampu: Alfiandi Warih Handoyo, M.Pd.
Nama: Syaima Fikya Nabilah
Jurusan: Bimbingan dan Konseling
Kelas: B
NIM: 2285210053
Judul Artikel: Kontribusi Pengasuhan Orangtua dan Self Esteem terhadap Perilaku Bullying
Volume: Jilid 1 No.1 2016
Tahun: 2016
Penulis: Raudah Zaimah Dalimunthe
ABSTRAKSI
Dilatar belakangi oleh fenomena bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan: 1) pengasuhan orangtua, self esteem, dan perilaku bullying, 2) pengasuhan orangtua dan self esteem baik secara individual maupun bersamaan berkontribusi pada perilaku bullying. Populasi penelitian adalah fokus pada siswa SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan, dengan sampel 193 siswa, menggunakan teknik multistage random sampling. Hasil uji reabilitas tentang pengasuhan orangtua sebesar 0.901% dan 0.938% untuk perilaku bullying itu sendiri. Sedangkan berdasarkan uji validitas instrumen pada orangtua ialah 16,28% dan untuk perilaku bullying sebesar 0,54%. Hasil ini menunjukan bahwa peran orangtua berada dalam kategori yang cukup baik, self esteem berada pada kategori rendah, bullying berada dalam kategori menengah, serta pengasuhan dan self esteem baik secara tunggal atau bersamaan yang berkontribusi terhadap perilaku bullying.
Kata Kunci: Perilaku Bullying, Self Esteem, Pengasuhan Orangtua
PENDAHULUAN
Sekolah merupakan tempat bagi siswa untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan, memahami nialai dan norma yang ada di masyarakat, mempelajari keterampilan sosial, dan sebagainya. Yang nantinya sekolah diharapkan dapat mencetak siswa dan siswi yang berkarakter cerdas dan berakhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan. Tetapi pada kenyataannya, masih terdapat perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa saat di sekolah, seperti: menyontek, membolos, dan bullying yang dilakukan kepada teman nya. Sadar atau tidak sadar perilaku buruk tersebut akan membentuk kepribadian siswa saat sudah besar nanti. Karenanya, hal ini tidak boleh disepelekan, harus ditangani dengan tepat oleh konselor atau guru BK yang ada di sekolah.
Pada penelitian kali ini, peneliti memfokuskan pada perilaku menyimpang di lingkungan sekolah berupa bullying. Sejiwa (2008:2) mengemukakan bahwa, “Bullying adalah situasi di mana terjadinya penyalah gunaan kekuatan/kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok”. Bentuk perilaku bullying yang sering dilakukan siswa di lingkungan sekolah ialah: mengejek, membentak, memukul, menghina, bahkan sampai memfitnah sesama teman.
Perilaku bullying dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: pengasuhan orangtua yang buruk, tidak mampu mengendalikan diri, suasana belajar yang membosankan, kurangnya perhatian guru, dan motivasi belajar yang rendah. Faktor yang akan difokuskan peneliti ialah faktor pengasuhan orangtua dan faktor self esteem. Menyikapi fenomena ini, dibutuhkan pelayanan untuk siswa guna mengurangi perilaku bullying. Salah satu bentuk pelayanan yang dapat disediakan pihak sekolah ialah dengan Bimbingan dan Konseling.
Guru BK sebagai konselor yang disediakan sekolah memiliki peran dalam memberikan berbagai layanan yang berhubungan dengan kesiswaan, salah satunya dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah. Tujuan penelitian ini ialah: 1) Mendeskripsikan bagaimana tingkat pengasuhan orangtua. 2) Mendeskripsikan bagaimana tingkat self esteem, 3) Mendeskripsikan bagaimana tingkat perilaku bullying, 4) Mengungkapkan kontribusi pengasuhan orangtua dalam terhadap perilaku bullying, 5) Mengungkapkan kontribusi self esteem terhadap perilaku bullying, 6) Mengungkapkan kontribusi pengasuhan orangtua dan self esteem terhadap perilaku bullying.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pemulis adalah metode kuantitatif, jenis deskriptif. Populasi penelitian yakni sebanyak 453 orang, dengan sampel sebanyak 212 orang yang dipilih dengan teknik multistage random sampling. Namun sebelumnya data diverifikasi terlebih dahulu. Instrumen yang digunakan adalah skala dengan menggunakan model skala Likert untuk pengasuhan orangtua dan perilaku bullying, sedangkan inventory untuk self esteem. Hasil uji reliabilitas pengasuhan orangtua sebesar 0.901 dan perilaku bullying sebesar 0.938. hasil validitas instrumen pengasuhan orangtua sebesar 0.361 dan perilaku bullying sebesar 0.361.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukan:
1. Pengasuhan Orangtua
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan pengasuhan orangtua berada dalam kategori yang cukup baik. Pengasuhan orangtua merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam membantu perkembangan siswa di sekolah. Saat di rumah, siswa ditanamkan sikap-sikap terpuji dan budi pekerti yang dapat dijadikan patokan bagi siswa dalam bertingkah laku, agar sesuai dengan nilai dan norma yang diterapkan di lingkungan sekolah. Proses sosialisasi orangtua yang baik dan cukup akan membantu meminimalisisir perilaku siswa yang menyimpang dan tidak diinginkan, Ahmad Tafsir menjelaskan (dalam Helmawati, 2014:44). “Fungsi pendidikan dalam keluarga harus dilakukan orangtua untuk menciptakan keharmonisan baik di dalam maupun di luar keluarga”.
2. Self Esteem
Hasil penelitian menunjukan bahwa self esteem berada dalam kategori rendah. JIka dilihat dari ketentuan yang dibuat oleh Battle (dalam Marjohan, 1997:64) keseluruhan mean self esteem secara umum berjumlah 16.00. Hasil penelitian dapat diartikan bahwa keseluruhan self esteem secara umum lebih kecil daripada hasil dari ketentuan yang dibuat oleh Battle (dalam Marjohan, 1997:64). Lalu jika dilihat dari ketentuan standar deviasi (SD) yang dibuat oleh Battle (dalam Marjohan, 1997:64) berjumlah 6.67, sedangkan hasil penelitian ini diperoleh standar deviasi (SD) berjumlah 5.26.
Dari sini dapat diartikan bahwa keseluruhan self esteem siswa secara umum angkanya mendekati dari hasil yang diperoleh dan sedikit lebih rendah. Siswa yang memiliki harga diri yang tinggi lebih mudah untuk menunjukan perilaku prososial maupun perilaku antisosial.
3. Perilaku Bullying
Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku bullying berada dalam kategori sedang. Yang artinya, peneliti menemukan fakta bahwa perilaku bullying yang terjadi di lapangan masih dalam kategori yang cukup aman dan dapat dikendalikan. Dimana siswa melakukan tindakan bullying terhadap teman sebaya dalam kondisi yang belum berbahaya. Namun, tetap saja hal ini tidak dibenarkan dan tidak boleh dipandang sebagai hal yang remeh. Pelaku kekerasan di sekolah / bullying perlu ditindak lanjuti secara tegas dan menyeluruh oleh pihak sekolah, agar tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah ini dapat berkurang. Dan sekolah dapat menciptakan suasana belajar yang aman, damai, dan menyenangkan.
4. Kontribusi Pengasuhan Orangtua terhadap Perilaku Bullying
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengasuhan orangtua memberikan kontribusi terhadap perilaku bullying sebesar 29.4%. Ini artinya pengasuhan orangtua memiliki peran yang besar dalam menentukan tindakan bullying yang dilakukan siswa di sekolah. Pengasuhan yang dilakukan orangtua nyatanya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku siswa terhadap orang-orang di sekitarnya. Orangtua merupakan guru pertama di dalam kehidupan siswa, dimana orangtualah yang menjadi sumber stimulasi dan informasi utama bagi siswa sebelum guru mereka di sekolah. Stimulasi dan informasi ini didapatkan siswa dari pengasuhan yang diterapkan oleh orangtua mereka. Jika pengasuhan yang diterapkan oleh orangtua baik dan positif, serta meminimalisir bentakan dan kekerasan, maka cara siswa memperlakukan orang-orang di sekitarnya pun akan baik dan santun. Sebaliknya, jika pengasuhan yang diterapkan orangtua buruk dan negatif, orangtua sering membentak dan melakukan kekerasan terhadap anak, maka hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian yang akan dimiliki siswa berpotensi menjadi orang yang tidak ramah. Karenanya, orangtua harus mampu menerapkan pola asuh yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada siswa supaya mereka terhindar dari perilaku bullying.
5. Kontribusi Self Esteem terhadap Perilaku Bullying
Hasil penelitian menunjukan bahwa self esteem memberikan kontribusi terhadap perilaku bullying sebesar 26.8%. Ini artinya self esteem memiliki peran yang cukup besar terhadap tindakan bullying yang dilakukan siswa di sekolah. Pernyataan ini didukung oleh Achroni (2012:152) yang mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan bullying ialah dikarenakan harga diri yang rendah, konsep diri yang negatif, dan pemahaman moral yang rendah di dalam diri anak. Maka diperlukan peran guru BK untuk bekerja sama dengan orangtua dalam meningkatkan self esteem dalam diri siswa, sehingga potensi tindakan bullying yang dilakukan siswa di sekolah dapat menurun.
6. Pengasuhan Orangtua dan Self Esteem secara Bersama-sama Berkontribusi terhadap Perilaku Bullying
Hasil penelitian menunjukan bahwa kontribusi pengasuhan orangtua dan self esteem terhadap perilaku bullying sebesar 32.7%. Yang artinya, pengasuhan orangtua dan self esteem yang ada pada diri siswa memiliki peran dalam menentukan perilaku bullying yang dilakukan siswa di sekolah.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan. Pertama, secara rata-rata tingkat pengasuhan orangtua berada pada kategori cukup baik, self esteem berada pada kategori rendah, sedangkan perilaku bullying berada pada kategori sedang. Kedua, terdapat pengaruh dari pengasuhan orangtua dan self esteem terhadap perilaku bullying. Baik secara sendiri-sendiri, maupun bersama-sama.
DAFTAR PUSTAKA
Dalimunthe, Raudah Zaimah. 2016. Kontribusi Pengasuhan Orangtua dan Self Esteem terhadap Perilaku Bullying. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 3(1).
Komentar
Posting Komentar