PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERJENIS KELAMIN PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI SMK SWASTA BANDUNG

TUGAS MERESUME JURNAL
MATA KULIAH DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
Dosen Pengampu: Alfiandi Warih Handoyo, M.Pd. 

Nama: Syaima Fikya Nabilah 
Jurusan: Bimbingan dan Konseling 
Kelas: B
NIM: 2285210053 
Judul Artikel: Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Berjenis Kelamin Perempuan dan Laki-Laki SMK Swasta Bandung 
Volume: Vol. 3 No .1 2018 
Tahun: 2018 
Penulis: Muhammad Putra Dinata Saragi dan Rina Suryani 

                           ABSTRAKSI 
    Dilatar belakangi oleh motivasi belajar siswa, penelitian memiliki tiga tujuan, yakni: 1) Mendeskripsikan motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan, 2) Mendeskripsikan Motivasi belajar siswa berjenis kelamin laki-laki, 3) menguji perbedaan motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif komparatif. Populasi penelitian kali ini ialah siswa kelas X, XI, dan XII SMK Swasta Bandung 1 dan 2 yang berjumlah 240 orang. Sampel berjumlah 150 orang, yang dipilih dengan dengan teknik proposional stratified random sampling. Temuan penelitian yang ditemukan oleh peneliti ialah: 1) secara rata-rata motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan berada pada kategori tinggi, 2) secara rata-rata motivasi belajar siswa berjenis kelamin laki-laki berada pada kategori tinggi, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.
 
Kata Kunci: Motivasi Belajar, Laki-Laki, Perempuan 

                       PENDAHULUAN 
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan mencetak lulusa yang langsung siap bekerja di dunia industry kecil maupun menengah. Siswa SMK diharapkan nantinya mampu mengisi peluang pekerjaan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan dunia industry. Namun sayangnya hal ini bertolak belakang dengan dengan angka lulusan SMK. Pada Tahun Ajaran 2012/2013, angka lulusan siswa SMK se-indonesia menunjukan angka 99,75%, sampai pada Tahun Ajaran 2015/2016, angka lulusan siswa SMK berada pada 97,32% (Kemendikbud, 2016:149). Jika dilihat dari data tersenut, dapat dipastikan bahwa terjadi penurunan angka kelulusan siswa SMK secara nasional. Banyak faktor yang yang menyebabkan turunnya angka keleulusan tersebut, dan salah satunya ialah motivasi belajar siswa.
    Motivasi menjadi salah satu faktor yang cukup penting bagi siswa. Karena motivasi inilah yang menyebabkan siswa dapat melangkah, dan menentukan arah kemana natinya siswa akan melangkah, serta memberikan konsistensi pada apa yang menjadi tujuan siswa. Sedangkan factor gender diambil karena diduga adanya perbedaan prestasi antara siswa laki-laki dan perempuan.Dalam jurnalnya Hoang (2008) mengungkapkan bahwa laki-laki dengan semua karakteristik bawaannya berbeda dengan perempuan. perbedaan-perbedaan inilah yang diduga mempengaruhi aspek motivasi belajar antara siswa laki-laki dan perempuan. Sehingga hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan tema perbedaan motivasi belajar siswa SMK swasta Bandung jika ditinjau dari jenis kelaminnya. 

                     METODE PENELITIAN 
    Metode penelitian yang digunakan pemulis adalah metode kuantitatif, jenis deskriptif komparatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Bandung 1 dan 2 dengan populasi keseluruhan siswa berjumlah 240 orang. Pemilihan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala model Likert. Data dianalisis dengan t-test. Analisis data dibantu dengan menggunakan Program SPSS Versi 17. 
    Definisi operasional motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini ialah dorongan dari dalam diri siswa yang menggerakan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Aspek-aspek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perhatian siswa terhadap pelajaran, semangat dan tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas, reaksi siswa terhadap stimulus yang diberikan guru, dan rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan. 

               HASIL DAN PEMBAHASAN 
    Hasil penelitian menunjukan: 
1. Motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan
Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar siswa perempuan secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Sebanyak 51 dari 66 orang siswa atau sekitar 77,27% siswa memiliki motivasi belajar yang berada pada kategori tinggi. Ini berarti tiga perempat siswa perempuan yang menjadi sampel penelitian memiliki motivasi belajar yang tinggi. 
2. Motivasi belajar siswa berjenis kelamin laki-laki 
 Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar siswa laki-laki secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Sebanyak 62 dari 84 orang siswa atau sekitar 73,81% siswa memiliki motivasi belajar yang berada pada kategori tinggi. Ini berarti lebih dari tiga perempat siswa laki-laki yang menjadi sampel penelitian memiliki motivasi belajar yang tinggi. 
3. Perbedaan motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan dan laki-laki Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara motivasi belajar siswa perempuan dan laki-laki. Motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan memiliki rata-rata skor lebih tinggi disbanding dengan siswa laki-laki.   

     Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa berjenis kelamin perempuan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki.Jika dikaitkan dengan teori genetika, wanita memiliki memiliki kromosom yang didominasi oleh kromoson XX, maka akan ditemukan bahwa kognitif perempuan itu lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang memiliki kromosom Y pada dirinya. Sebab, kromosom X berkaitan dengan pemrosesan kognitif tingkat tinggi. Yang artinya wanita memiliki dua kali pemrosesan tingkat tinggi dibanding laki-laki, dengan kata lain perempuan lebih mampu memaknai indikator motivasi belajar dari pada laki-laki. 

                          KESIMPULAN 
    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan. Pertama, motivasi belajar siswa berjenis kelamin perempuan secara rata-rata berda pada kategori tinggi. Kedua, motivasi belajar siswa berjenis kelamin laki-laki secara kseluruhan juga berada pada kategori tinggi. Ketiga, terdapat perbedaan antara motivasi belajar siswa perempuan dan laki-laki. Siswa perempuan memiliki skor rata-rata motivasi belajar yang lebih tinggi dari pada siswa laki-laki. 

                      DAFTAR PUSTAKA 
Suryani, Rina. Dkk. 2018. Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Berjenis Kelamin Perempuan dan Laki-Laki SMK Swasta Bandung. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 3(1).

Komentar