PERANAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEMATANGAN KARIR DOSEN WANITA FKIP UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

TUGAS MEREVIEW JURNAL 
MATA KULIAH DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING 
Dosen Pengampu: Alfiandi Warih Handoyo, M.Pd. 

Nama: Syaima Fikya Nabilah 
Jurusan: Bimbingan dan Konseling 
Kelas: 1B 
NIM: 2285210053 
Judul Jurnal: Peranan Dukungan Suami terhadap Kematangan Karir Dosen Wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Volume: Vol. 4 No .2 (2019) 
Tahun: 2019 
Penulis: Raudah Zaimah Dalimunthe, Sholih Sholih, Deasy Yunika Khairun 


                                                                                                    ABSTRAKSI
    Dilatar belakangi oleh banyaknya tuntutan yang diberikan untuk wanita karir yang tak jarang mengalami kecemasan dan stress, penelitian kali ini akan membahas tentang gambaran umum terkait dukungan yang didapatkan dosen wanita di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui tingkat kematangan karir dosen wanita, 2) Untuk mengetahui dukungan suami terhadap karir dosen wanita, 3) Untuk mengetahui kontribusi dukungan suami terhadap kematangan karir dosen wanita. Peneliti menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis deskriptif. Populasi penelitian ialah semua dosen wanita yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang berjumlah 200 orang. Dan diambi sampel berupa 45 orang dosen. Hasil penelitian menunjukan: 1) Secara keseluruhan data dukungan suami dosen wanita FKIP Untirta sebesar 58,6% yang berada pada kategori sedang. 2) Secara keseluruhan data kematangan karir dosen wanita FKIP Untirta sebesar 66,9% yang berada pada kategori sedang, serta 3)Dukungan suami berupa kontribusi terhadap kematangan karir dosen wanita FKIP Untirta sebesar 34,1%.

Kata Kunci: Dukungan Suami, Kematangan Karier 


                       PENDAHULUAN 
     Zaman sekarang tak sedikit kita menjumpai wanita yang memilih untuk meniti karir meski sudah berkeluarga. Namun tantangan yang didapatkan wanita karir juga tidak bisa dibilang mudah. Kematangan karir menjadi salah satu tujuan wanita yang bekerja selain untuk mendapatkan penghasilan. Menurut Creed dan Prideaux (2001), Kematangan karir adalah kesiapan individu untuk mengatasi tugas-tugas perkembangan pada tahap-tahap perkembangan, pertumbuhan, eksplorasi, pemantapan, pembinaan, dan penurunan. Beberapa ciri-ciri yang menjadi patokan kematangan karir itu sendiri ialah sebagai berikut: 1) Dibuatnya perencanaan meliputi: perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek, 2) Sikap dan Tingkah laku eksplorasi, meliputi sikap dan tingkah laku ingin tahu, penggunaan sumber, dan partisipasi, 3) Perolehan informasi, terdiri dari informasi pendidikan dan latihan, syarat-syarat masuk, tugas-tugas, penerimaan dan penawaran, dan promosi, 4) Pengetahuan tentang pembuatan keputusan, meliputi dasar-dasar dan praktek pembuatan keputusan, 5) Orientasi kenyataan, mencakup faktor-faktor pengetahuan diri, kenyataan, keajegan, kristalisasi dan pengalaman kerja. 
     Selain itu, menjadi wanita karir nyatanya memiliki banyak tuntutan dan kewajiban yang harus dipenuhi. Misalnya, wanita karir harus dapat membagi waktu yang ia miliki untuk fokus bekerja, mengurus urusan rumah tangga, mengurus keluarga, dan waktu untuk dirinya sendiri. Dengan padatnya jadwal kegiatan yang dimiliki wanita karir, tidak jarang yang dapat menyebabkan kelelahan, ganguan kecemasan, bahkan sampai stress. Oleh karenanya, seorang wanita yang bekerja memperlukan dukungan dari orang-orang terdekatnya, terutama dukungan dari pihak suami. Suami sebagai sosok yang hampir 24 jam ada disisi istrinya harus paham betul terkait kondisi istrinya. Jika dirasa sang istri kelelahan atau stress karena beban pekerjaannya, suami sepautnya berinisiatif untuk menghibur atau sekedar melakukan percakapan yang dapat menaikan semangat atau mood istrinya. Suami juga bisa menunjukan dukungannya dengan memberikan bentuk apresiasi dalam bentuk verbal, seperti pujian atau kata-kata semangat dan motivasi. Maupun non-verbal seperti menunjukan gesture yang menggambarkan kepedulian dan kasih sayang serta memasang wajah yang hangat saat sedang bersama sang istri. Dengan adanya dukungan yang cukup, diharapkan wanita karir bisa terus melanjutkan produktivitas nya dalam bekerja maupun mengurus urusan rumah tangga tanpa adanya masalah berupa kesalah pahaman atau miss communication dengan pihak suami. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian kali ini akan membahas tentang seberapa besar dan bagaimanakah bentuk dukungan yang diberikan suami terhadap kematangan karir dosen wanita di FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

                                                                                           METODE PENELITIAN 
     Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode analisis korelasi dan analisis deskriptif. Populasi penelitian kali ini ialah sebanyak 200 orang dosen wanita di FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa TA. 2017-208 yang berstatus aktif. Dengan sampel sebanyak 45 orang dosen yang diperoleh dengan teknik purposive random sampling. Dan sampel yang diperoleh tersebut sudah mewakili setiap jurusan yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 

                                                                                        HASIL DAN PEMBAHASAN 
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 
 1. Didapatkan data keseluruhan yang menunjukan skor dukungan suami terhadap dosen wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ialah sebesar 58% yang berada pada kategori sedang. Ini artinya, suami sudah cukup memberi dukungan untuk kelanjutan dan kematangan karir istri baik berupa dukungan verbal maupun non verbal. Dan diharapkan nantinya dukungan ini akan terus berlanjut. 
 2. Didapatkan data keseluruhan yang menunjukan skor kematangan karir dosen wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ialah sebesar 66,9% yang berada pada kategori sedang. Ini artinya, tahapan karir dosen wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sudah berada di tingkat yang matang. 
 3. Didapatkan data yang menunjukan skor dukungan suami berupa kontribusi terhadap kematangan karir dosen wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ialah sebesar 34,1% . 

                                                                                                  KESIMPULAN 
     Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
 1. Dukungan suami dosen wanita di FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berada pada kategori rendah.
 2. Kematangan karir dosen wanita di FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berada pada kategori sedang. 
3. Dukungan suami berupa kontribusi terhadap kematangan karier memperoleh skor sebesar 34.1%.     

                                                                                              DAFTAR PUSTAKA 
Dalimunthe, Raudah Zaimah, Sholih Sholih, Deasy Yunika Khairun. 2019. Peranan Dukungan Suami Terhadap Kematangan Karir Dosen Wanita FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 4(2).

Komentar