TINGKAT STRESS MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19
TUGAS MEREVIEW JURNAL
MATA KULIAH DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
Dosen Pengampu: Alfiandi Warih Handoyo, M.Pd.
Nama: Syaima Fikya Nabilah
Jurusan: Bimbingan dan Konseling
Kelas: B
NIM: 2285210053
Judul Jurnal: Tingkat Stress Mahasiswa dalam Pembelajaran Online pada Masa Pandemi
Covid-19
Volume: Vol. 5 No .2 (2020)
Tahun: 2020
Penulis: Meilla Dwi Nurmala, Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo, Astri Rachmayani
ABSTRAKSI
Dilatar belakangi oleh pandemi covid-19 yang belum kunjung usai, sehingga hampir semua kegiatan sehari-hari dilakukan secara daring (dalam jaringan) / online. Begitu pula dengan kegiatan belajar mengajar. Penelitian kali ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran secara spesifik mengenai tingkat stress yang dialami mahasiswa selama kegitan pembelajaran online di masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data diperoleh melalui penyebaran angket yang menggunakan skala Likert. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa seanyak 112 orang mahasiswa. Dan diperoleh hasil 96,4 % mahasiswa mengalami stress pada tingkat sedang sebagai dampak dari kegiatan pembelajaran online di masa pandemi covid-19.
Kata Kunci: Tingkat Stress, Pembelajaran Online, Pandemi Covid-19
PENDAHULUAN
Stress merupakan respon diri kita atas terjadinya interaksi yang kita lakukan dengan lingkungan. Dalam keseharian kita, stress dapat dipicu oleh banyak hal. Tekanan dan tuntutan dari lingkungan sekitar kita juga dapat menimbulkan stress. Setiap individu pastinya memiliki rintangan dan hambatan dalam kehidupannya. Pada penelitian kali ini, hambatan yang dibahas ada di dalam bidang pendidikan. Lebih tepatnya di bangku perkuliahan. Mahasiswa yang sedang berkuliah dituntut untuk menyelesaikan studinya dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Tuntutan ini dapat datang dari berbagai pihak, seperti pihak keluarga, pihak universitas, dorongan kawan, ataupun keinginan sendiri. Materi pembelajaran yang dipelajari di bangku perkuliahan pun lebih kompleks jika dibandingkan dengan pelajaran di SMP maupun SMA.
Saat ini, Indonesia sedang diterpa pandemi virus covid-19. Merebaknya virus yang mudah menyebar ini mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus covid-19. Salah satunya ialah dengan ditutupnya sekolah-sekolah dan berbagai instansi pendidikan lainnya. Dengan diberlakukannya peraturan tersebut, kegiatan belajar mengajar tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, atau kita sebut dengan sistem pembelajaran online. Menurut Gikas & Grant (2013), dalam pelaksanaan pembelajaran online dibutukan perangkat-perangkat mobile seperti laptop, komputer, tablet atau telepon pintar untuk dapat mengakses informasi dimanapun dan kapanpun.
Dan berdasarkan respon mahasiswa yang mengikuti pembelajaran online, hal-hal seperti lingkungan rumah yang kurang nyaman, terbatasnya kuota, dan sulitnya mendapatkan jaringan internet yang stabil di daerah tempat tinggal mereka menjadi beberapa hal yang memicu stress atas pembelajaran online ini. Kendala lainnya ialah kurang maksimalnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan jarak jauh. Hal ini dikarenakan mahasiswa dan dosen tidak berada dalam satu ruangan yang sama. Sehingga, proses penyampaian materi pun menjadi tidak se-efektif pembelajaran tatap muka secara langsung. Melihat kondisi ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stress mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian kali ini ialah sebanyak 112 orang mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa TA. 2018-2019 yang berstatus aktif. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket secara langsung kepada responden. Angket ini berisiskan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dapat menentukan tingkat stress responden. Sedangkan metode pengskalaan yang digunakan peneliti adalah metode pengskalaan model Likert.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan data keseluruhan yang menunjukan 108 mahasiswa (96,4 %) Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengalami stress yang berada pada kategori sedang. Hal ini diduga karena ketidaksiapan mahasiswa dalam mengenal dan berdaptasi dengan kebiasaan belajar yang baru, yaitu secara online / daring. Pembelajaran online membutuhkan lebih banyak kuota dan jaringan atau sinyal yang stabil. Selain itu, pembelajaran online dilakukan dengan interaksi tatap maya, bukan dengan tatap muka. Yang artinya, dosen dan mahasiswa tidak bertemu secara langsung. Selama belajar di rumah mahasiswa tidak jarang mendapatkan banyak distraksi yang mengalihkannya.
Sebagai contoh, kedaan di rumah tidak setenang kedaan di kampus, sehingga proses belajarpun tidak berjalan se-efektif saat di kampus karena banyak gangguan yang dapat membuyarkan konsentrasi belajar. Selain itu, hal yang sering mengalihkan fokus mahasiswa saat belajar online adalah gadget. Penggunaan gadget oleh mahasiswa selama pandemi dipastikan meningkat. Bukan hanya untuk keperluan belajar, namun juga sebagai sarana hiburan dikala rasa bosan datang, dan tidak bisa keluar rumah. Bahkan di saat waktunya kuliah pun mahasiswa dapat tetap memainkan gadget nya degan asyik, karena tidak ada yang mengontrol kegiatan belajarnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa sulit untuk fokus dalam menyerap materi pembelajaran yang diberikan dosen. Yang pada akhirnya, mahasiswa menjadi stress karena materi pembelajaran yang sulit untuk dicerna otak yang disebabkan banyak distraksi.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan, rata-rata mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengalami stress pada kategori sedang. Hal ini dibuktikan dari data yang diperoleh peneliti, yaitu sebanyak 96,4% atau setara dengan 108 orang mahasiswa merasakan stress pada tingkat sedang. Sedangkan 4 orang siasanya sebagai subjek penelitian berada pada tingkat stress yang rendah.
DAFTAR PUSTAKA
Dwi Nurmala, Meilla, Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo, Astri Rachmayani. 2020. Tingkat Stress Mahasiswa dalam Pembelajaran Online pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 5(2).
Komentar
Posting Komentar