PENERAPAN COGNITIVE-BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENINGKATKAN LOCUS OF CONTROL PESERTA DIDIK YANG MENGALAMI STRESS AKADEMIK
TUGAS MEREVIEW JURNAL
MATA KULIAH DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
Dosen Pengampu: Alfiandi Warih Handoyo, M.Pd.
Nama: Syaima Fikya Nabilah
Jurusan: Bimbingan dan Konseling
Kelas: B
NIM: 2285210053
Judul Jurnal: Penerapan Cognitive-Behavioral Therapy dalam Meningkatkan Locus of
Control Peserta Didik yang Mengalami Stress Akademik
Volume: Vol. 4 No .2 (2019)
Tahun: 2019
Penulis: Fatimah, Siti, Maya Masyita Suherman, Euis Eti Rohaeti
ABSTRAKSI
Sebuah hal yang wajar jika peserta didik mengalami hambatan dan kesulitan dalam kesehariannya. Tak jarang ada peserta didik yang kesusahan menyelesaikan masalah yang dimilikinya. Mereka yang terkendala meyelesaikan hambatan tersebut akan menganggap rendah dirinya. Oleh karena itu, peserta didik harus mampu mengendalikan kendala- kendala yang terjadi pada dirinya. Kemampuan pengendalian ini disebut dengan Locus of Control. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji evektivitas cognitive-behavioral therapy dalam meningkatkan locus of control siswa yang mengalami stress akademik. Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah eksperimen kuasi dengan pola one group pretest-posttest design. Sebelumnya, dilakukan studi pendahuluan pada 162 siswa yang nantinya akan menunjukan pengelompokan siswa berdasarkan tingkatan stress akademiknya. Subjek penelitian ialah 6 orang siswa yang berada pada kategori stress tingkat tinggi. Mereka akan diberi angket locus of control sebelum diberikan treatment maupun sesudahnya. Hasil analisis, didapatkan data 0,028 < 0,05, ini artinya cognitive-behavioral therapy berdampak dalam meningkatkan locus of control peserta didik yang mengalami stress akademik.
Kata Kunci: Cognitive-Behavioral Therapy, Locus of Control, Stress Akademik
PENDAHULUAN
Seorang peserta didik dalam menjalankan kewajibannya akan dihadapkan dengan berbagai tugas akademik maupun non-akademik. Menurut Winkel (Fatimah,2018) Hambatan atau kendala yang dimiliki peserta didik dalam bidang akademik meliputi masalah yang berhubungan dengan biaya pendidikan, fasilitas belajar yang tak memadai, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, pergaulan dengan teman sebaya, serta stress. Sedangkan hambatan dalam bidang non-akademik berhubungan dengan kekurangmampuan siswa belajar secara mandiri, kurang memahami materi pembelajaran, kurang mampu mengatur waktu, rendahnya motivasi belajar, salah dalam memilih jurusan, hubungan yang tidak harmonis dengan guru,dan lainnya. Karena itu, peserta didik diharapkan mampu untuk dapat mengendalikan dan mengatasi masalah-masalah ini. Namun, tidak semua masalah dapat dengan mudah ditangani. Tentu ada saja peserta didik yang kesulitan saat dihadapi berbagai masalah, maka tak jarang mereka merasa tertekan sampai menjadi stress.
Stress akademik dianggap sebagai respon terhadap tugas-tugas akademik yang dipandang peserta didik sebagai beban yang telah melewati batas kemampuan mereka , hal ini ditandai dengan adanya gejala pikiran dan gejala perilaku (Fatimah, 2015). Untuk meminimalisir hal ini, diperlukan kemampuan peserta didik untuk pandai mengendalikan setiap kejadian yang sedang dan akan dialaminya, sehingga peserta didik tidak akan terjebak stress. Kemampuan mengendalikan ini disebut dengan ‘Locus of Control’. Diperlukan penanganan / treatment yang dapat menetralisir berbagai faktor penyebab stress akademik serta meningkatkan locus of control peserta didik. Dalam penelitian ini, treatment yang dilakukan berupa cognitive-behavioral therapy.
Teknik cognitive-behavioral therapy akan mengenalkan kepada peserta didik bagaimana pola berpikir tertentu yang dapat memberikan gambaran bahwa dalam memaknai sebuah situasi/keadaan dengan merasa cemas, sedih, atau marah secara berlebihan itu merupakan sebuah kesalahan. Peserta didik akan diberi pemahaman bahwa penyimpangan kognitif dapat melemahkan pikiran rasional. Singkatnya, teknik ini mengajarkan bagimana cara bertindak dan melakukan sesuatu dengan berbeda, sehingga peserta didik dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik dan tidak menjadi stress. Karena hal inilah peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui seberapa efektif teknik cognitive-behavioral therapy dalam meningkatkan locus of control peserta didik yang mengalami stress akademik.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah eksperimen kuasi dengan pola one group pretest-posttest design. Sedangkan metode pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket secara langsung kepada responden pada saat sebelum dan sesudah diberikan treatment cognitive-behavioral therapy. Angket ini berisiskan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dapat menentukan kemampuan locus of control responden. Sedangkan metode pengskalaan yang digunakan peneliti adalah metode pengskalaan model Likert.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut: 1. Terdapat 162 siswa yang diuji tingkat stress akademiknya, menghasilkan
• Sebanyak 3,7% atau 6 orang siswa berada pada kategori stress tingkat tinggi.
• Sebanyak 35,2% atau 57 orang siswa berada pada kategori stress tingkat sedang.
• Sebanyak 61,1% atau 99 orang siswa berada pada kategori stress tingkat rendah.
Jika dihitung secara keseluruhan, tingkat stress akademik siswa secara umum berada pada kategori sedang. Ini artinya, peserta didik menganggap tugas akademik maupun non-akademik yang didapatkannya sebagai beban yang cukup melebihi batas kemampuan yang dimilikinya.
2. Dilakukan pengujian locus of control sebelum dan sesudah diberikan treatment kepada responden. Dan data yang ditemukan dari hasil pengujian secara keseluruhan ialah nilai probabilitas (Sig.) 0.028. dan dapat disimpulkan bahwa p < alpha yaitu 0.028 < 0.05. Ini menunjukan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian traeatment menggunakan cognitive-behavioral therapy. Artinya, teknik cognitive-behavioral therapy berdampak dalam meningkatkan locus of control siswa yang mengalami stress alademik.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa teknik cognitive-behavioral therapy efektif dalam meningkatkan locus of control siswa yang mengalami stress akademik. Hal ini dibuktikan dari adanya peningkatan skor pada hasil penelitian sesudah diberikan treatment.
DAFTAR PUSTAKA
Fatimah, Siti, Maya Masyita Suherman, Euis Eti Rohaeti . 2019. Penerapan Cognitive-Behavioral Therapy dalam Meningkatkan Locus of Control Peserta Didik yang Mengalami Stress Akademik. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 4(2).
Komentar
Posting Komentar